Cari Tahu Masa Subur Wanita Menggunakan Tiga Metode Berikut

Anda bisa menggunakan alat deteksi masa subur wanita.

Buat kalian para pengantin baru, kehadiran seorang buah hati tentu menjadi dambaan tersendiri. Oleh karenanya, penting buat kalian untuk mengetahui masa subur, terutama pada wanita, agar bisa segera mendapatkan momongan.  Anda bisa menggunakan alat deteksi masa subur wanita.

Kali ini penulis akan membahas tiga metode yang bisa kamu gunakan untuk mengetahui masa subur pada wanita, Yuk simak semuanya.

Pertama, ketahui tandanya

Masa subur wanita dapat diketahui dari berbagai tanda. Beberapa diantaranya adalah meningkatnya gairah seksual dan munculnya lendir serviks. 

Bila para istri lebih sering meminta berhubungan intim, bisa jadi mereka sedang berada pada masa subur. Kalian yang berencana mendapat atau menambah momongan mungkin mau menambah intensitas hubungan intim bila para istri sedang bergairah. 

Adapun lendir serviks merupakan cairan yang muncul dari leher rahim. Cairan ini berfungsi untuk membantu sperma mencapai sel telur, sehingga perubahan pada lendir serviks juga merupakan pertanda kesuburan wanita. 

Beberapa ciri lainnya yang umum dikenali yaitu adanya rasa sakit akibat ovulasi, meningkatnya suhu basal tubuh, serta adanya perubahan pada air liur.

Kedua, pakai kalender masa subur

Banyak muncul anggapan bahwa masa subur wanita dihitung dari hari ke-14 setelah hari pertama menstruasi. Memang tidak sepenuhnya salah, namun untuk mengetahuinya secara lebih pasti, kamu bisa memakai penghitungan kalender masa subur.

Hari pertama masa subur para wanita dapat dihitung dengan mengurangi periode menstruasi terpendek dengan bilangan 18. Contohnya, bila periode menstruasi terpendek yang dialami adalah 28 hari, maka kamu tinggal mengurangi angka tersebut dengan 18, yang berarti 28-18 = 10. Itu berarti, hari pertama masa subur adalah hari ke-10 setelah hari pertama menstruasi.

Adapun untuk menghitung hari terakhir masa subur bisa dilakukan dengan mengurangi periode menstruasi terpanjang dengan bilangan 11. Misalnya, bila periode menstruasi terpanjang yang dialami adalah 31 hari, maka 31-11 = 20. Maka, hari terakhir masa subur adalah hari ke-20 setelah hari pertama menstruasi.

Merujuk hasil penghitungan kalender masa subur diatas, didapat kesimpulan bahwa hari ke-10 sampai hari ke-20 setelah hari pertama menstruasi adalah periode masa subur yang dimaksud.

Ketiga, menggunakan alat deteksi masa subur

Selain dua metode diatas, masa subur wanita juga dapat diketahui lewat bantuan alat deteksi masa subur. Dengan alat ini, kamu tidak perlu repot menghitung atau mendeteksi ciri-ciri kesuburan.

Beberapa alat deteksi masa subur yang umum digunakan, diantaranya adalah ovulation test pack dan termometer basal tubuh. Ovulation test pack bekerja dengan mendeteksi kandungan hormon yang terdapat pada tubuh melalui urine, mirip dengan alat tes kehamilan. Sedangkan termometer basal tubuh bisa digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh saat bangun tidur, yang biasanya mengalami peningkatan 0,5 derajat celcius saat berada pada masa subur. 

Melalui ketiga metode diatas, tentunya kamu bisa mengatur jadwal yang lebih tepat untuk berhubungan agar bisa segera mendapat momongan. Jangan lupa untuk menggunakan alat deteksi masa subur wanita.

Dampak Fungsi Hormon FSH Dan LH Tidak Seimbang Pada Tubuh Wanita

Fungsi hormon FSH dan LH pada wanita yang paling utama ialah memastikan siklus menstruasi berjalanan dengan lancar setiap bulannya. Kedua hormon ini sangat penting agar sistem reproduksi pada wanita tetap memiliki fungsi sebagaimana mestinya.

Fungsi hormon FSH dan LH pada wanita yang paling utama ialah memastikan siklus menstruasi berjalanan dengan lancar setiap bulannya. Kedua hormon ini sangat penting agar sistem reproduksi pada wanita tetap memiliki fungsi sebagaimana mestinya. Untuk itu, penting bagi Anda memastikan kadar hormon FSH dan LH ini tetap seimbang. Sebab jika kedua hormon ini tidak seimbang dapat memberikan dampak yang tidak baik bagi tubuh, seperti:

Siklus Haid Tidak Teratur

Pada dasarnya, siklus haid atau menstruasi normalnya berlangsung antara selang waktu 21 sampai 35 hari. Siklus haid yang teratur setiap bulan ini tentu didukung dengan seimbangnya kadar hormon FSH dan LH dalam tubuh. Oleh sebab itu, bila Anda memiliki siklus haid yang tidak sama setiap bulan atau bahkan terlambat hingga beberapa bulan, padahal Anda belum memasuki masa menopause. Maka kemungkinan besar siklus haid yang tidak teratur ini disebabkan oleh ketidaksimbangan hormon FSH dan LH, baik itu kadar hormonnya yang kurang ataupun terlalu tinggi.

Rahim Tidak Berfungsi Dengan Baik

Apabila tubuh Anda kelebihan kadar hormon FSH dan LH juga tidak baik untuk sistem reproduksi. Pasalnya kadar hormon FSH dan LH yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan rahim tidak berfungsi dengan baik. Sehingga tidak mengherankan bila banyak orang yang sudah memasuki masa subur, namun sangat sulit mempersiapkan pembuahan ataupun kehamilan. Oleh sebab itu, rutinlah melakukan pemeriksaan fungsi hormon FSH dan LH agar rahim Anda tetap berfungsi dengan baik.

Kelenjar Tiroid Mengalami Gangguan

Infertilitas merupakan sebuah kondisi dimana wanita tidak kunjung diberikan keturunan meski sudah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman secara teratur. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan infertilitas salah satunya adanya gangguan tiroid sehingga proses ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium menjadi terhambat. Maka dari itulah, sebaiknya Anda melakukan prosedur pemeriksaan kadar hormon FSH dan LH agar kadar homor tersebut tetap seimbang dan tidak berlebihan ataupun kurang.

Gangguan Autoimun

Autoimun merupakan salah satu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang akan menyerang tubuhnya sendiri. Gangguan autoimun ini memang sangat membahayakan karena dapat mempengaruhi semua bagian tubuh, termasuk kulit, otot, saraf, otak, jantung, paru-paru, pembuluh darah dan masih banyak lainnya. berbicara mengenai jenis gangguan autoimun juga cukup banyak seperti psoriasis, lupus, rematik dan lainnya. Perlu diketahui, gangguan autoimun pada wanita ini sebenarnya bisa disebabkan karena kadar hormon FSH dan LH yang terlalu tinggi di dalam tubuh. 

Itulah beberapa dampak yang bisa ditimbulkan apabila tubuh Anda kelebihan ataupun kekurangan hormon FSH dan LH. Demikianlah, semoga ulasan diatas dapat berguna dan menjadi referensi bacaan tambahan bagi Anda yang sedang mencari info seputar fungsi hormon FSH dan LH pada wanita.